Hallo Bolgkie…!

Oh my God…

It’s been a long long time ago since my last writing on this blog.

What can I say here? A lot actually. But I’m going to keep in my PC and my heart. Hahaha… *you really don’t want to share again?*

Ehmm… not at this moment ‘hon… hehehe…

Bye Blogkie…! :-)
*Today is Saturday, August 22nd 2009. Today is the first day of Ramadhan 1430 H. I just on the way home from LBI UI Depok.*

No comment »

Talenta Pusaka

Bossku pernah berkata, “Enno, Tuhan sudah memberikan setiap manusia ciptaanNya dengan satu talenta istimewa yang berbeda. Apabila satu talenta istimewa itu sudah ditemukan, maka akan dapat membuatnya kaya raya. Itulah ‘harta karun’ milikmu. Jadi, temukanlah talenta itu.”

Kalau kupikir-pikir, ternyata Allah Swt sudah memberikan aku beberapa talenta. Alhamdulillaah.. subhanallaah.. Dan itu artinya aku memiliki >1 talenta istimewa. Lalu, mengapa aku belum kaya raya?

Lalu aku merenung kembali. Sepertinya talenta pusaka itu yang belum aku temukan, atau tinggal aku pilih saja di antara beberapa talenta yang sudah kumiliki? Entahlah.

Itulah sebabnya, aku masih dalam proses mencari ‘peran terbaikku’, karena aku belum mampu menemukan talenta pusaka yang sesungguhnya diberikan Allah Swt khusus untukku sebagai ‘harta karunku’.

Yah, setidaknya boleh lah aku mengaku kalau aku ‘sedikit kaya hati’. Tapi belum ‘kaya raya hati’ lohh ya.. Jangan salah! Hehe.. Masih berdjuangterus untuk menjadi seorang yang kaya raya hatinya. :-)
Bye Blogkie..!

No comment »

Hitamku

by. Andra & the Backbone

song of today :-)
Masih Adakah Separuh Hatiku
Yang Ku Berikan Hanya Untukmu
Ku Harap Engkau Masih Menyimpannya
Jangan Kau Pernah Melupakannya

Reff 1:

Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku

Masih Adakah Separuh Janjiku
Yang Kubisikkan Hanya Padamu
Ku Harap Engkau Masih Mengingatnya
Jangan Kau Pernah Melupakannya

Back to Ref 1 :

Andai Ku Dapat Memutar Waktu
Semuanya Takkan Terjadi

Reff 2 :

Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Hatiku
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Janjiku
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Hatiku

Simpan Separuh Janjiku
Simpan Separuh Hatiku
Simpan Separuh Janjiku

No comment »

Tuhan-Tuhan Kecilmu

Ada pesan bijak dari seseorang yang menurutku patut dijalankan:

Urutkan prioritas dalam hidupmu dengan benar, jangan terbolak-balik. 1). Tuhanmu. 2). Keluargamu. 3). Pekerjaanmu. 4). Kegiatan sosialmu.

Kupikir kebanyakan orang tanpa terasa ‘menyingkirkan’ Tuhannya, Dzat Yang Menciptakannya. Tuhannya Yang Maha Agung diduakan atau ditigakan dst. dengan tuhan-tuhan kecilnya. Apakah tuhan-tuhan kecil itu? Pekerjaanmu, keluargamu, hartamu, dan hal-hal fana lainnya.

Berapa banyak ibu jari manusia yang tengah asyik menekan keypads handphone sehingga melalaikannya dari mendirikan kewajiban kepada Tuhannya?

Berapa banyak pasang mata manusia yang tidak pernah lelah menonton televisi ketika panggilan Allah Swt (azan-red) tengah berkumandang di seluruh penjuru kota?

Berapa banyak alasan yang diberikan oleh manusia yang enggan mendirikan kewajiban kepada Tuhannya hanya karena terlalu sibuk bekerja atau berkata kalau ia belum mendapatkan hidayah?

Berapa liter minuman keras yang memabukkan manusia sehingga aroma mulutnya membuatnya kotor di hadapan Tuhannya?

Berapa ratus juta rupiah yang dikeluarkan oleh manusia-manusia yang menyingkirkan Tuhannya hanya untuk bergoyang-goyang tak karuan sambil mabuk, bernyanyi-nyanyi hingga larut malam, atau menonton film-film yang seringkali menyuguhkan kemaksiatan?

Berapa ratus juta rupiah yang dikeluarkan oleh manusia-manusia kaya (yang merasa kaya padahal manusia tidak punya apa-apa, semua milik Allah Swt-red) untuk menghamburkan uangnya (uang titipan Allah Swt-red) hanya demi kepuasan batinnya?

Berapa banyak pejabat negara yang menjadikan harta sebagai tuhan kecilnya sehingga ia korupsi hanya demi beberapa milyar rupiah yang bukan haknya?

Berapa jam dalam sehari yang dihabiskan manusia-manusia untuk mengabdi kepada tuhan-tuhan kecilnya? Bandingkan dengan waktu yang dihabiskan untuk mengabdi kepada Allah Swt..

Astaghfirullaahal ‘azhiim…

Manusia lebih bangga jika dapat mengabdi kepada tuhan-tuhan kecilnya, tuhan-tuhan yang membuatnya terlupa bahwa ia telah menyingkirkan Tuhan yang sesungguhnya.

Manusia lupa kalau ia telah berjanji bahwa ia beriman dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Swt dan bersaksi bahwa nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah Swt.

Saudaraku…

Beriman tidak sekedar di mulut, beriman harus dibuktikan dengan amalan-amalan nyata, dengan pengabdian kepada Tuhannya (Allah Swt); dan bukan pengabdian kepada tuhan-tuhan kecil ciptaannya.(en)

No comment »

Menjadi yang Kumau

Aku adalah orang yang senang menulis. Sudah menjadi salah satu ‘gairah’ tersendiri dalam hidupku, khususnya dalam 3 tahun terakhir ini. Kalau aku perhatikan, sebenarnya kegemaranku menulis sudah muncul sejak aku masih TK. Menulis imajinasi-imajinasiku, menulis skenario sebuah drama kehidupan yang hanya ada di dalam alam imajinasiku tentang manusia-manusia ideal di mataku, menulis konversasi-konversasi dalam bahasa Inggris sesuai dengan pendengaranku (misal: I = ai, you = yu, dll.), maupun menulis curahan hatiku. Hehe.. lucu juga sih, kok tidak sejak dulu ya sadar kalau punya bakat menulis. Mungkin kalau sadar dari dulu, bisa jadi penulis novel atau penulis skenario terkenal nih. Haha..

Kalau sedikit kilas balik, sejak TK aku sudah diarahkan bahwa aku akan menjadi ‘arsitek’ karena memang aku berbakat dalam hal gambar-menggambar, pendiam, dan teliti. Namun kenyataannya sekarang aku belumlah menjadi seorang arsitek sungguhan. Hehe.. kecewa? Di awalnya orang tuaku mungkin kecewa, tapi sekarang sudah terserah aku kok sebagai orang yang menjalani kehidupanku *ya iyalah.. masa kecewa sama putrinya yang ramah tamah, baik hati, tidak sombong, dan imut ini.. hehe :D*  Dan syukur alhamdulillaah aku biasa-biasa saja kok walaupun tidak jadi arsitek. Hehe.. :D  Sebenarnya tetap menjadi seorang arsitek, tapi arsitek grafis. Tetap ok donk ahh… ;-)
Selama 4 tahun terakhir ini, aku diberi jalan oleh Allah Swt untuk menyadari bahwa aku punya banyak potensi yang belum dioptimalisasikan dalam kehidupanku. Nah, hal itulah yang membuatku perlahan-lahan ingin mewujudkan mimpi-mimpi lama maupun mimpi-mimpi baruku. Satu per satu, life mapping-nya sudah ada di kepalaku. Hanya memerlukan proses eksekusi yang harus diperjuangkan.

Akhir tahun 2008 sampai dengan saat ini (awal tahun 2009), banyak hal terjadi yang membuatku menyadari bahwa ‘inilah saatnya aku mewujudkan mimpi-mimpiku’. Mengutip pidato Obama, “Become the change that we seek” membuatku semakin bersemangat bahwa AKU BISA MENJADI APAPUN YANG AKU MAU. Hal besar dalam hidupku ini menggugah gairah menulisku, lalu aku menulis beberapa catatan di profil FB-ku secara tersirat. Eehh… lah kok dikira mau menikah? Hahaha… :D
Sobs… enno cuma mau berTRANSFORMASI saja kok. Belum dikhitbah. Maunya sih iya, tapi sayangnya kok belum ya.. hehehe.. ^_^ Doakan saja supaya cinta dan cita-ku seiring langkahnya. Aamiin.

Bye Blogkie..!

No comment »

Evolusi Diri

Tanpa kita sadari, pasti kita mengalami sebuah evolusi diri. Evolusi diri tersebut pasti terjadi seiring dengan bertambahnya usia, berubahnya lingkungan sekitar, bertambahnya ilmu pengetahuan, serta bertambahnya pengalaman seseorang. Di usia balita, evolusi diri manusia dipengaruhi oleh tabiat dan perilaku kedua orang tuanya. Sedangkan di usia remaja sampai usia dewasa, evolusi diri seseorang tidak lagi terkait hanya pada orang tua melainkan lebih terkait dengan lingkungan di mana ia lebih sering berinteraksi sehari-harinya, misal: lingkungan kantor, teman-teman dekat, dan tempat ia biasa beraktifitas.

Pada suatu acara pengajian di Yisc Al Azhar, ustadz Reza M. Syarief pernah berkata bahwa, “Alam semesta ini adalah universitas milik Allah Swt - This universe is Allah’s university.” Alam semesta ini adalah universitas milik Allah Swt yang di dalamnya terdapat pelajaran-pelajaran yang langsung diberikan oleh Allah Swt kepada manusia yang mau berpikir. Dan kita, manusia, harus mampu memahami hakikat penciptaannya sehingga ia mampu menjalani kehidupannya dengan tujuan yang benar.

Di usia saya yang menuju ke usia 30 tahun, saya jelas-jelas mengalami sebuah evolusi diri. Evolusi yang saya alami terjadi akibat buku-buku yang sudah saya baca, artikel-artikel yang sudah saya baca, pertemuan dengan orang-orang baru, diskusi-diskusi dengan orang-orang terdekat, hubungan vertikal antara saya dengan Allah Swt, serta proses kehidupan yang saya alami. Saya baru menyadari bahwa 3,5 tahun terakhir inilah saya merasakan bangku sekolah alam yang sebenarnya dan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya mengalami perubahan-perubahan paradigma, perubahan gaya hidup, dan perubahan dalam menyikapi kehidupan.

Sahabat saya di sekolah menengah atas dulu pernah memberi saya sebuah buku berjudul Chicken Soup for the Teenage Soul. Dalam buku itu terdapat sebuah kalimat yang selalu saya ingat: “Life is a do-it yourself project. So build your house wisely.” Kalimat itu juga menjadi salah satu dasar saya dalam menjalani hidup saya untuk selalu memikirkan akibat dari perkataan dan perbuatan saya. Apa yang hendak kita raih semua tergantung kepada diri kita sendiri, mau membawa ke mana hidup kita ini. Berkaitan dengan ajaran Al Quran, saya selalu terpatri pada kalimat “Ih dinashshiraathal mustaqiim. Shiraathalladziina an ‘am ta’alaihim ghairil maghdhuu bi ‘alaihim waladhdhaaaaalliin.” - Ya Allah, tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan orang-orang yang dibenci dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat. Firman Allah Swt tersebut, merupakan pegangan yang solid bagi saya dalam menjalani hidup ini. Sebagai manusia, kita harus tahu bahwa Allah Swt lah sebaik-baik ilah - yang harus disembah dan yang paling dapat diandalkan. Jadi dalam menjalani hidup ini maka kita harus memohon petunjuk kepada Allah Swt - sang MAHA PEMILIK tiap-tiap makhluk yang ada di alam semesta ini.

Hakikat penciptaan manusia adalah sebagai khalifah (utusan) Allah Swt yang membawa rahmat di muka bumi ini (rahmatan lil ‘aalamiin). Dan tugas manusia adalah untuk tunduk-patuh-pasrah kepada ilahnya, Allah Swt. Tidak ada suatu benda pun yang kelak akan dibawa serta ketika manusia mati. Pemahaman inipun baru saya dapati dalam proses evolusi diri saya belakangan ini. Subhanallaah.. alhamdulillaah.. segala puji bagiMu ya Rabb yang telah memberikan kemudahan bagi hamba dalam memahami hakikat penciptaan hamba. :-)
Saya pun teringat akan ucapan Mario Teguh di salah satu episode Mario Teguh Golden Ways. Beliau mengatakan beberapa kalimat yang memberi saya paradigma-paradigma baru.

Di antaranya adalah:

“Jadilah pribadi yg hebat.. sehebat apa yg anda inginkan.”

“Berpihaklah pada orang-orang yang membuat anda merasa semakin hebat, bukan pada orang-orang yang justru melemahkan anda.”

“Hidup ini harus luas, hebat, berwarna, berkualitas. Yang harus sederhana itu cara kita bersikap.”

“Janganlah hidup semakin menua, melambat, dan melemah. Tapi.. hiduplah untuk semakin hebat dan semakin memberi manfaat.”

“Hentikan menjadikan uang sebagai standar kebahagiaan. Renungkan hal-hal sederhana yang terkadang terlewatkan, padahal sebenarnya itulah kebahagiaan untuk kita.”

“Dua hal yang membuat kepercayaan diri wanita berkurang adalah: 1). Memakai standar kecantikan yg dimiliki oleh wanita lain. 2). Ketika suami/pasangan berhenti memberikan pujiannya.”

“Ketika anda memiliki anak. Maka perlakukanlah anak anda seperti ia adalah seorang pemimpin besar yang masih kecil. Maka kelak anak anda akan benar-benar menjadi pemimpin besar.”

Lebih detail ada di website: www.MarioTeguh.asia

Sekali lagi saya katakan bahwa setiap manusia pasti mengalami proses evolusi diri baik ia sadari maupun tidak. Seperti mengutip pesan dari seorang sahabat (yang dikutip dari temannya juga) yang pernah berkata, “Sista, always improve yourself better and better, karena “evolusi tidak semudah membalik telapak tangan. POSITIVE and NEGATIVE are always there to keep the balance.”"

Jadi, tetaplah berevolusi sampai tua nanti ke arah yang lebih baik tentunya. Dan saya percaya, arah yang terbaik adalah arah evolusi diri menuju Sang Khalik, Allah Swt. Setuju kan?

Bye Blogkie..! :-)

No comment »

Hari Bersejarah

Hari ini tanggal 29 Desember 2008 bertepatan dengan hari Senin yang sekaligus hari libur nasional karena memperingati hari Tahun Baru Hijriah 1430 H.

Hari ini, tepat 5 tahun yang lalu, juga sebuah hari bersejarah buat seorang Enno. Lima tahun yang lalu aku menjalani hari sidang untuk Tugas Akhir Periode 84 di JAFT Undip Semarang dengan nilai TA yang beruntung dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik periode itu se-Arsitektur Undip. Tapi sayangnya, gelar lulusan terbaikku itu tidak diaplikasikan ke dalam dunia kerjaku sekarang.

Aku jadi teringat ucapan temanku, Asep, “Lulusan Arsitek yang tidak mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja disebut sebagai pelacur.”

Widiiih… serem amat sih Sep. Kalau begitu sebutanku jadi “Enno sang pelacur donk???” ^_^

Bye Blogkie…!

No comment »

Untuk Mamaku

Saya sangat bersyukur telah mendapatkan kartu yang sangat baik dari Allah Swt dalam hal ‘dari rahim’ wanita mana saya dilahirkan. Subhanallaah.. alhamdulillaah.. Kalau anda renungkan, seseorang tidak pernah dapat memilih ‘dari rahim’ wanita mana ia lahir. Dan sekali lagi saya bersyukur Allah Swt telah memilih mama saya sebagai ibu saya. :-)
Hampir tiga dasawarsa saya mengenal mama saya. Dapat dikatakan saya tidak pernah kehausan akan kasih sayang seorang ibu. Alhamdulillaah. Pada usia dewasa inilah saya mulai memahami makna peribahasa ‘syurga ada di telapak kaki ibu’. Yup. Itu benar sekali! Sekarang saya sangat memahami tugas seorang ibu, hati seorang ibu, pengorbanan seorang ibu, dan harapan-harapan seorang ibu kepada anak-anaknya.

Ketika ada seorang wanita yang mengatakan, “Saya tidak bekerja. Saya hanya ibu rumah tangga biasa.” Wow, itu suatu kalimat yang merendahkan perannya sendiri! Saya akan lebih bahagia ketika seorang wanita yang tidak bekerja kantoran dengan bangganya berkata, “Saya bekerja sebagai ibu rumah tangga.. dan saya bahagia dengan pekerjaan saya itu.” Luar biasa! Sungguh luar biasa jika wanita-wanita seperti mama saya (mama saya murni ibu rumah tangga sejak menikah) dapat berkata dengan penuh bahagia dan rasa percaya diri akan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Percayalah, pekerjaan seorang ibu rumah tangga tidak kalah melelahkannya dari pekerjaan di kantoran. Dan pastinya suatu pekerjaan yang teramat sangat mulia di mata Allah Swt. Menurut saya, itulah sebabnya muncul peribahasa ‘syurga ada di telapak kaki ibu’.

Saya dapat berkata demikian karena saya melihat dari seorang mama saya. Pekerjaan seorang ibu tidak sekedar mengurus rumah, mempersiapkan makanan untuk keluarganya, atau menunggu rumah karena suami dan anak-anaknya beraktifitas di luar rumah. Tidak! Bukan itu. Seorang ibu rumah tangga adalah seorang WANITA SUPER. Ia harus selalu siaga untuk keluarganya, ia harus selalu tegar untuk keluarganya, ia harus menjadi guru bagi anak-anaknya, ia harus menjadi sahabat bagi anak dan suaminya, ia harus menjadi panutan bagi anak-anaknya, dan tentunya ia harus menjadi pendamping bagi suaminya. Ketika anda melihat seorang anak yang sholeh/hah, anak yang santun, anak yang cerdas.. pasti ia memiliki ibu yang luar biasa di belakangnya. Ketika anda melihat seorang pria yang baik, sukses, dan penuh wibawa.. yakinlah bahwa istrinya adalah wanita yang luar biasa. Saya percaya itu!

Keluarga saya bukan tipe keluarga ‘peraya’ momen-momen seperti ulang tahun, malam tahun baru, ulang tahun pernikahan, apalagi hari Ibu. Tapi kali ini saya hanya ingin menuliskan apa kata hati saya tentang makna seorang ibu bagi saya. Ibu adalah tangan Allah Swt yang sedang merawat, menjaga, membimbing, dan mendampingi saya dengan penuh keikhlasan dan kasih sayangnya dalam hidup saya ini. Terima kasih ‘Ma untuk semua yang telah engkau berikan untuk Enno. Semoga Allah Swt yang membalasnya dengan berlipat-lipat ganda, mungkin belum di dunia ini.. tapi di akhirat nanti.. pasti. :-)
Selamat hari Ibu bagi para ibu yang menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi anak-anak dan suaminya! Selamat merayakan hari istimewa anda..! :-)
Bye Blogkie…!

No comment »

Size Doesn’t Matter!

Belum lama ini saya menemukan sosok storyteller asal Malaysia, Zabrina A. Bakar, telah menuliskan sebuah cerita pendek yang sangat menginspirasi saya. Beliau bercerita tentang ‘pelajaran dari burung’. Tulisan asli berjudul “Lesson Some Birds in Washington DC Taught Me Today! A motivational story about being in high alert and when size doesn’t matter.” Dan ada sebuat kalimat yang sangat bagus: “Only the birds that are on high alert and know what they want and willing to do what it takes to get what they want (and not the ones who are not sure whether they want the bread crumbs or otherwise) - regardless of their sizes would get to the bread crumbs!

Hanya orang yang waspada dan tahu apa yang sebenarnya ia inginkan dan mau melakukan apapun yang diperlukan untuk mendapatkan keinginannya lah yang akan sukses. Dan ukuran tubuh tidaklah menentukan keberhasilan seseorang. *ini penting bagi orang-orang bertubuh ‘jauh dari ideal’ seperti saya! Hahaha.. :D*

Setuju?

Bye Blogkie…! :-)

No comment »

At The Plaza

-short fiction-

These eyes are strolling around that wide plaza. None of those people whom I know. Damn! Where’s mommy? I’m yelling in my heart. Mom told me to meet her at the plaza at 04.00 pm. Now, it’s already 04.30 pm. Oh, where are you ‘mom? Then I’m asking that question again.

It’s been a month I haven’t met my mommy. But unfortunately, today is a hectic day for me. Everything’s not going well today at my office. Actually, today is not a proper time to meet her. Abruptly, at 01.00 pm mommy called and asked me to meet her at the plaza at 04.00 pm without any rescheduling. Something important has to be discussed she said. Frankly, I was surprised and curious to know what she would say.

The clock is ticking and ticking all over again. My mom is used to be a discipline and punctual person. I’m questioning of her 1 hour late now. Where is she? Well, I should call her again after 3 times failed of calling her. Damn! Her cell phone is out of reach. Is there anything going wrong with her?

In the next 30 minutes, I still cannot call my mommy. Definitely clueless where is she now. And suddenly, I cannot believe what I’m watching! I’m watching mommy is walking together with a big young horrible man whom I know. And they’re approaching toward my position. No guilty expression on her face. Oh my God… I’m irritated.

“Mom, I’ve been waiting here for 1.5 hours and your cell phone definitely out of reach. Where have you been anyway? And this man.. Why are you sticking around with him?” I’m grumbling with hasty speech.

She’s just smiling while she’s saying, “Owh.. my handsome Jordy… I’m so sorry. I’ve forgotten to tell you that I’m going to be late for 1 hour. It’s about bad cell phone. Low battery. Haha.. C’mon.. you know Mr. Blake ‘right? You’ve met him once.”

I’m shaking my hand with Mr. Blake’s hand and then hugging my mom. Still with my bad look. No smile at all. Owh, it’s just have to be very important thing to be discussed, otherwise I’ll be in a deep trouble facing my boss because I had to stealing out of my office hour. Though, it’s only for 2 hours stealing time.

“So ‘mom… what’s the important thing? Let’s discuss it now.” I’m starting a conversation again.

“Honey.. I only wanna say one big thing during my old age. Don’t be shock… Are you sure you’re ready?”

“C’mon.. just say it.. I don’t have plenty time left.” I’m insisting.

“Ok… Babe, why don’t you tell my handsome boy about our happy news..” Mommy’s talking to Mr. Blake.

Then Mr. Blake starts to talk something to me.

“Jordy… I’m in love with your mom and we’re going to be married next month. What do you think? You agree, don’t you?”

That quite bright afternoon becomes dark and the thunder hits my face thousands times!

“Whaaaat…???? Are you nuts? You’re only about 2 years older than me and you’re going to marry my mom??? Whatta a great joke ‘huhhh???” I’m irritated.

“Honey, I’m sorry. But we’re really falling in love despite our different age.” Mom’s convincing me.

Suddenly, I’m crying like a five-years-old kid asking for a new toy. I’m strolling my body around and around on the floor. Oh my God, whatta a childish I am ‘huhhh? In the public place like this. Oh God.. But I’m terribly get nuts with my mom’s attitude here..

But then I’m hearing a voice calling me, “Jordy.. Jordy.. heyyy… wake up! Your mother is coming. She’s very worried not to be able calling you on the cell phone. She’s in the lobby. Go meet her.” Cynthia’s waking me up.

Oh my God.. it’s just a pathetic dream! Thank God..

I’m walking to the lobby in a high speed that I’ve ever done before. Actually, I’m lil bit worry about the news that my mom would tell me.

“Honey… where have you been? You told me that you would be able to meet me at the plaza at 05.30 pm ‘right? But you’re not there ‘hon. I’ve been waiting for 2 hours.” Mommy’s showing her anxiousness.

“Well, I’m sorry mom. Actually, I’ve been at the plaza earlier than you were. But, in my dream. Haha.. I’m sorry. But please, don’t tell me that you’re gonna say that you’re gonna marry Mr. Blake.”

“Oh my God. So you were sleeping while I’m waiting for 2 hours? What? Who’s gonna marry? What about Mr. Blake anyway? I don’t understand.”

I’m interrupting fast, “So, what’s the important thing ‘mom?”

“I want to discuss about buying a new apartment with you. What do you think?”

Bla bla bla….

I’m not listening to my mom’s following words. I’m just feeling great because my mommy won’t marry that big horrible John Blake. I guarantee, I won’t bear if I have to call that young man ‘DADDY’. Owh… grouse… hahaha…

Whatta weird dream ‘huhh.

I’ve decided not to sleep at the office — in the afternoon again. It won’t give me any pleasant dream. Hahahaha… And thank God, my boss is already gone. I’m safe… from his mumbling words. Hahaha…

No comment »